Semarakkan Hardiknas 2023, SMP Xaverius Gisting Mengadakan Upacara, serta Melakukan Kegiatan Permainan-permainan Tradisional

Pendidikan adalah salah satu kunci mencapai cita-cita menuju kesuksesan. Pendidikan juga merupakan modal awal dari perkembangkan bangsa. Tanggal 2 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diambil dari hari lahir salah satu tokoh perjuangan pendidikan di Indonesia. 

Berbicara tentang pendidikan pasti kita mengenal sosok tentang Ki Hajar Dewantara. Bapak Ki Hadjar Dewantara adalah tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. “Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani” adalah semboyannya.

Makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. Sebagai seorang pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.

SMP Xaverius Gisting melakukan berbagai rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan diawali dengan Upacara, sesuai edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia seluruh warga sekolah SMP Xaverius Gisting baik Kepala Sekolah, Dewan Guru, Staff dan Karyawan, serta seluruh peserta didik mengenakan baju atau pakaian adat sesuai adat dan budayanya masing-masing. Setelah upacara diadakan dokumentasi baik dari dewan guru serta seluruh peserta didik.

Pukul 09.00 – 12.00 setelah mereka berganti pakaian olahraga kegiatan berikutnya adalah permainan tradisional yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Ada berbagai macam permainan tradisional yang dimainkan, diantaranya yaitu Rangku Alu, Congklak, Engklek, Lompat Tali, Kucing Tikus, Gobak Sodor, Betengan dan Boi-boian. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, dalam satu pos diberikan waktu 15 menit kemudian pindah dari satu pos menuju pos yang lain agar semuanya mencoba masing-masing permainan. Kegiatan ini pasti terdapat hal-hal positif yang akan didapatkan masing-masing siswa. Siswa-siswi mampu mengenal permainan-permainan tradisional yang terdapat dalam suatu daerah. Kemudian siswa-siswi dapat saling bekerja sama dalam satu tim. Dan akan menumbuhkan keakraban antarsiswa.

Setelah selesai kegiatan permainan tradisional, dilanjutkan dengan makan siang bersama di halaman sekolah SMP Xaverius Gisting. Dengan peserta didik dan dewan guru membawa bekal masing-masing dari rumah. Pukul 12.30 dilanjutkan dengan latihan Koor untuk persiapan bertugas di Gereja Katolik Santo Pius X Gisting diikuti seluruh peserta didik yang beragama Katolik, dan teman-teman yang lainnya yang tidak latihan koor melakukan kegiatan olahraga. Hingga sampai pukul 14.25 kegiatan selesai dan peserta didik pulang. (Selasa, 02 Mei 2023).

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SMP XAVERIUS GISTING

Jl. Raya Gisting Bawah, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus
Telp. (0729) 347503
 e-mail: smpxaveriusgisting@gmail.com

© 2023 Created with Yayasan Xaverius Tanjung Karang